“Penanganan stunting diperlukan langkah nyata, terukur, terstruktur, sistematis, masif, dan berkelanjutan," imbuh Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember tersebut.
Dia menjelaskan, upaya penanganan stunting juga diperkuat dengan langkah konkret di tingkat akar rumput.
Fraksi melibatkan 60 kader perempuan untuk melakukan pendampingan keluarga berisiko stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga edukasi gizi di desa dan kelurahan.
Selain itu, setiap anggota fraksi memberikan bantuan berbasis ekonomi lokal. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan Rp 150 ribu per bulan yang dititipkan di toko kelontong mitra untuk membeli telur sebagai sumber protein.
“Saat ini sudah ada 40 keluarga penerima manfaat dan program ini akan terus diperluas,” kata Edy.
Sementara itu, Bendahara DPC PDIP Jember, Candra Ary Fianto, menambahkan, keterlibatan kader menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Para kader dibekali pembelajaran dan pendampingan teknis dengan melibatkan Dinas Kesehatan, praktisi kesehatan dari Universitas Jember, serta pendamping desa.
“Sebanyak 60 kader perempuan kami terjunkan untuk melakukan cek ricek dan pendampingan langsung agar penanganan stunting benar-benar tepat sasaran,” ujar Candra.
Halaman
Bagikan ke: