Jumat, 13 Maret 2026

:
:
PDIP Jember Turunkan Kader Tangani Stunting, Setiap KK Penerima Mendapar Rp 150 Ribu untuk Makanan Protein
Politik Kesehatan
PDIP Jember Turunkan Kader Tangani Stunting, Setiap KK Penerima Mendapar Rp 150 Ribu untuk Makanan Protein

BARATAN, Radarjember.net - Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dinilai harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat, terutama di sektor kesehatan.

Di Jember, kebijakan efisiensi ini dipandang sebagai momentum untuk memastikan anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan publik.

Pelayanan kesehatan hingga penanganan stunting disebut sebagai sektor strategis yang perlu diperkuat secara berkelanjutan agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sekretaris DPC PDIP Jember, Edy Cahyo Purnomo, menegaskan, efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas layanan publik.

Menurutnya, anggaran yang diefisienkan justru harus dialihkan ke sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

“Efisiensi anggaran itu diarahkan untuk pelayanan masyarakat, termasuk di dalamnya pelayanan kesehatan,” kata Edy saat menyampaikan rilis laporan kinerja fraksi di Kantor DPC PDIP Jember, Jumat (2/1).

Edy menyebut, berdasar data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, angka prevalensi stunting di Jember masih mencapai 30,3 persen. Artinya tiga dari sepuluh balita mengalami gangguan tumbuh kembang.

Sehingga, lanjut Edy, survei gizi sebagai fondasi penting dalam menyusun kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.

Data gizi yang akurat menjadi penentu arah intervensi, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di Jember.

Selain itu, komitmen penanganan stunting ditegaskan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Ia menilai, stunting tidak bisa ditangani dengan pendekatan seremonial, melainkan memerlukan kesinambungan program dan dukungan anggaran yang konsisten.

Halaman

1   2  

Bagikan ke:

Berita Terkait