JEMBER, Radarjember.net - Bibit Siklon Tropis 91S yang terbentuk di selatan Indonesia berkembang cepat dan membawa dampak signifikan bagi wilayah Jawa Timur.
Tekanan udara yang terus menurun membuat sistem tersebut resmi teridentifikasi sebagai bibit siklon tropis sehari setelah kemunculannya.
BMKG Juanda mencatat, pada fase awal penguatan, kecepatan angin di Tuban sempat mencapai 48,2 kilometer per jam.
“Pusat tekanan rendah tersebut semakin menurun tekanannya menjadi Bibit Siklon Tropis 91S,” tulis BMKG Juanda.
Memasuki Jumat (23/1), potensi 91S semakin menguat menjadi siklon tropis meski bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah tenggara.
Kendati pusat badai menjauh, dampaknya tetap terasa di Jawa Timur dalam bentuk angin kencang yang meluas di berbagai daerah.
Di Kalianget, Sumenep, kecepatan angin tercatat mencapai 50,4 kilometer per jam.
Penguatan sistem berlanjut hingga Sabtu (24/1) saat 91S resmi meningkat statusnya menjadi Siklon Tropis Luana.
Data periode 24 Januari pukul 07.00 WIB hingga 25 Januari pukul 07.00 WIB menunjukkan AWS Tanggul, Jember, mencatat kecepatan angin tertinggi di Jawa Timur, yakni 57,2 kilometer per jam.
“Tercatat peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah, tertinggi di Tanggul Jember 57,2 km/jam,” ungkap BMKG Juanda.
Selain Jember, angin kencang juga tercatat di Kediri dan Ponorogo dengan kecepatan 49,7 kilometer per jam serta Lumajang 45,4 kilometer per jam.
Siklon Tropis Luana kemudian dinyatakan punah setelah bergerak melintasi Benua Australia.
“Bureau of Meteorology Australia menyatakan Siklon Tropis Luana telah punah,” tulis BMKG.
Meski telah melemah, sisa dampak berupa angin kencang masih dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa waktu setelahnya.
Bagikan ke: