Kegiatan tersebut meliputi permainan, bercerita, dan aktivitas ekspresif lainnya.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak juga diberikan edukasi mitigasi bencana dengan cara yang mudah dipahami.
“Dengan metode bermain dan bercerita, anak-anak bisa melepaskan kecemasan akibat banjir yang mereka alami,” jelas Elvana.
Pendekatan rekreatif ini tidak hanya bertujuan mengurangi trauma yang dialami anak-anak.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana di masa depan.
Anak-anak diajak mengenali langkah-langkah sederhana yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Dengan begitu, rasa takut perlahan dapat berubah menjadi sikap tanggap dan berani.
Elvana berharap pemulihan psikososial ini mampu mengembalikan semangat anak-anak untuk beraktivitas secara normal.
Ia juga berharap anak-anak dapat kembali menjalani kegiatan belajar di sekolah tanpa rasa cemas berlebihan
Halaman
Bagikan ke: