Sekolah Rakyat 2026/2027 Dibuka, 28.478 Anak dari Keluarga Tak Mampu Akhirnya Mengeyam Pendidikan
Radarjember.net – Harapan baru terbuka bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak.
Pemerintah terus memperluas Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya membuka akses pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah penyelenggaraan Sekolah Rakyat diperluas dari sebelumnya 166 menjadi 182 titik di berbagai daerah.
Perluasan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk menjangkau lebih banyak anak dari keluarga yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan berkualitas.
Program Sekolah Rakyat merupakan pendidikan berasrama yang seluruh kebutuhan pendidikan dan kehidupan peserta didik selama mengikuti program ditanggung negara.
Secara keseluruhan, program tersebut ditargetkan dapat menampung sekitar 43.344 peserta didik.
Kementerian Sosial mencatat, sebanyak 28.478 siswa baru telah ditetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses verifikasi dan penetapan peserta didik hingga kini masih berlangsung.
Menariknya, Sekolah Rakyat tidak menunggu calon siswa datang mendaftar seperti mekanisme sekolah pada umumnya. Pemerintah menerapkan penjangkauan aktif untuk menemukan anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar program benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.
Dengan pola tersebut, Sekolah Rakyat tidak hanya diposisikan sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pendidikan diharapkan menjadi bekal agar mereka memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup di masa depan.
Materi yang diberikan kepada siswa juga tidak berhenti pada pendidikan akademik. Peserta didik mendapatkan pembekalan karakter serta literasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi dan pemahaman mengenai etika dalam menggunakan media sosial.
Pemerintah turut menyiapkan dukungan anggaran untuk memastikan Sekolah Rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus terus diperluas. Targetnya, pada 2027 hingga 2028 akan ada penambahan sekitar 100 sampai 200 lokasi Sekolah Rakyat setiap tahun.
Perluasan tersebut ditargetkan terus berlanjut hingga mencapai sekitar 500 titik pada 2029. Dengan semakin banyaknya lokasi Sekolah Rakyat, pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terbebani persoalan biaya.
Pada akhirnya, Sekolah Rakyat diarahkan bukan sekadar untuk memperluas akses pendidikan, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia. Pendidikan diharapkan mampu membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.*
Penulis: Royhan Aditya Halimi
Bagikan ke: