Senin, 21 September 2026

:
:
Jejak Kereta Api di Lumajang, Stasiun Tua Ini Pernah Jadi Pusat Mobilitas Kota
Lumajang
Jejak Kereta Api di Lumajang, Stasiun Tua Ini Pernah Jadi Pusat Mobilitas Kota

 

LUMAJANG, Radarjember.net – Suara lokomotif memang tak lagi terdengar di Kota Lumajang, tetapi jejak perjalanan kereta api masih dapat ditemukan melalui bangunan Stasiun Lumajang Lama.

Bangunan tua tersebut menjadi pengingat bahwa kereta api pernah memegang peran penting dalam mobilitas sekaligus perkembangan wilayah Lumajang.

Sejarah perkeretaapian di Lumajang bahkan telah berlangsung sejak akhir abad ke-19 ketika jalur Klakah-Lumajang-Pasirian mulai beroperasi pada Sabtu (16/5/1896).

Jalur sepanjang 36 kilometer itu dibangun antara lain untuk menunjang mobilitas penumpang dan pengangkutan barang dari wilayah pedalaman.

Keberadaan jaringan kereta api kemudian turut membawa perubahan bagi Lumajang yang sebelumnya berkembang sebagai kawasan tradisional.

Penelitian dalam Jurnal Sejarah Indonesia menyebut perkembangan jaringan perkeretaapian ikut mendorong perubahan Lumajang menuju kawasan yang lebih modern.

Pada masa itu, Stasiun Lumajang menempati posisi penting karena berstatus sebagai stasiun kelas I dan berada di pusat kota.

Selain menjadi tempat naik turun penumpang, stasiun tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas pengangkutan barang yang mendukung pergerakan ekonomi wilayah.

Kesibukan Stasiun Lumajang masih terlihat pada awal dekade 1950-an, ketika aktivitas penumpang dan barang berlangsung cukup tinggi.

Data yang dirujuk dalam kajian perkeretaapian mencatat stasiun tersebut melayani hampir 300 ribu penumpang setiap tahun serta mengangkut lebih dari 23 ribu ton barang pada periode 1950-1953.

Namun, masa kejayaan itu perlahan berakhir seiring perubahan pola transportasi dan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi serta angkutan umum.

Layanan kereta api pada jalur Klakah-Lumajang-Pasirian dan sejumlah jalur terkait di kawasan Lumajang akhirnya ditutup pada Senin (1/2/1988).

Berhentinya perjalanan kereta tidak serta-merta membuat bangunan Stasiun Lumajang menghilang dari wajah kota.

Halaman

1   2  

Bagikan ke:

Berita Terkait