Libur Nataru, Ojek Jukung di Pantai Cemara Jember Panen Rezeki
PUGER, Radarjember.net - Ada beberapa jukung milik nelayan yang parkir di pinggir pantai. Lokasinya tak biasa. Ini karena parkir di sekitar tempat wisata. Nah, jukung-kung itu ternyata dijadikan ojek dadakan oleh pemiliknya. Sejumlah nelayan, sengaja tak melaut karena ingin menjual jasa ojek kepada warga yang berwisata, untuk memutar di tepi pantai.
Ini terlihat di Pantai Cemara, di Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger. Trik nelayan ini cukup baik, karena nelayan bisa mendapatkan uang, meskipun tidak melaut dengan jukung miliknya.
Saat ombak besar dan air laut mulai surut, mereka mulai manfaatkan itu. Pada saat air laut mulai pasang, beberapa nelayan melayani pengunjung yang ingin naik jukung.
Tarif yang dipasang terjangkau. Yaitu Rp 10 ribu perorang. Wisatawan pun bisa menikmati jukung hingga ke jembatan Cinta. Dalam satu kali angkut bisa sampai ada 10 orang atau lebih. Kadang, dalam satu ojek jukung itu mengangkut 6 hingga 10 orang.
Saat mengantar wisatawan dengan jukung, nelayan terlihat kesulitan karena muaranya dangkal. Sehingga harus berputar putar mencari muara yang dalam agar jukung berjalan lancar.
Hendrik, 48, nelayan asal Dusun Getem mengaku senang bisa mengantar wisatawan yang ingin naik jukung. Wisatawan diantar hingga ke jembatan cinta dan kembali lagi ke pangkalan.
“Daripada diam di rumah karena tidak melaut, dimanfaatkan untuk mengangkut orang yang berkunjung ke Pantai Cemara ini. Terlihat wisatawan yang datang mulai Minggu (24/12), sehingga kesempatan ini dilakukan nelayan,” katanya.
“Memang tidak semuanya yang punya jukung menjadi ojek di saat liburan. Tetapi ada juga nelayan yang memilih melaut karena sudah mata pencahariannya. Yang menjadi ojek jukung ini disaat liburaan saja, seperti hari Minggu, liburan sekolah dan Hari Raya Idul Fitri dan libur tahun baru,” lanjut Hendrik.
Menurutnya, saat air pasang dan ombak besar, nelayan tidak berani menaikkan wisatawan. Ya, alasannya ombak besar baik di muara sungai maupun hingga lautnya. “Muara dan tempat keluar masuknya jukung terus berpindah-pindah. Baru setelah air surut, berani mengantar pengunjung yang ingin naik," terangnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak juga wisatawan yang datang ke pantai Cemara berebut ingin naik ojek jukung. Lilin, wisatawan asal Balung mengaku kesempatan naik jukung itu pertama kali bagi dirinya. Sebenarnya, lanjutnya setiap liburan sudah ada ojek jukung, Tetapi dirinya takut.
"Saya belum pernah naik jukung. Awalnya ragu, setelah banyak pengunjung yang naik, saya memberanikan diri untuk naik bersama keluarga,” jelasnya. (jum/kin)
Bagikan ke: