Kampung Belgia Jember, Jejak Eropa 1900-an di Tengah Perkebunan Silo
Radarjember.net– Bayangkan memasuki sebuah kawasan perkebunan di Jember, tetapi yang menyambut justru bangunan tua dengan arsitektur khas Eropa. Nuansa semacam itu bisa ditemukan di Wisata Kampung Belgia (WKB), kawasan tua di Kebun Sumberwadung, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Kawasan yang juga dikenal dengan sebutan The Treasure of Agriculture itu menyimpan jejak sejarah perkebunan sejak lebih dari satu abad lalu. Permukiman tersebut dibangun oleh Sekutu Belanda asal Belgia pada 1910 dan mulai beroperasi pada 1928.
Bangunan tua, kantor, hingga perkebunan karet menjadi bagian dari kawasan yang kini dikelola Perumda Perkebunan Kahyangan Jember. Dari sejumlah bangunan yang masih bertahan, pengunjung dapat melihat ciri arsitektur Eropa klasik seperti atap tinggi mengerucut, langit-langit jangkung, serta batu alam yang menjadi penyangga bagian bawah dinding.
Tak hanya bangunan, Kampung Belgia Jember juga menyimpan sejumlah peninggalan lama yang memperkuat kesan historis kawasan tersebut. Di antaranya bekas pabrik, mesin operasional tua, inventaris kantor, mesin ketik lawas, perpipaan kuno Sendang Tratai, hingga pepohonan yang menjadi bagian dari lanskap kawasan.
Keunikan suasana Kampung Belgia bahkan pernah menarik perhatian sineas nasional hingga digunakan sebagai salah satu lokasi utama syuting film horor Kafir: Bersekutu dengan Setan. Kawasan ini kemudian diresmikan sebagai destinasi wisata oleh Bupati Jember Hendy Siswanto pada September 2024.
Meski memiliki bangunan bersejarah dan lanskap perkebunan yang khas, potensi wisata Kampung Belgia dinilai belum tergarap secara optimal. Informasi mengenai destinasi ini juga masih terbatas, terutama terkait jam operasional, harga tiket, akses menuju lokasi, hingga ketersediaan pemandu.
Kondisi tersebut membuat Kampung Belgia masih relatif sepi dibandingkan potensinya sebagai wisata heritage di Jember. Padahal, perpaduan antara bangunan peninggalan kolonial, sejarah perkebunan karet, dan suasana pedesaan menjadikan kawasan ini memiliki karakter yang berbeda.
Pengembangan Kampung Belgia dapat diarahkan tidak hanya sebagai wisata sejarah, tetapi juga agrowisata yang mengajak pengunjung mengenal kehidupan perkebunan. Penguatan storytelling mengenai sejarah bangunan dan aktivitas perkebunan juga dapat membuat pengalaman wisatawan lebih utuh.
Promosi melalui media sosial dan platform digital menjadi bagian penting untuk mengenalkan Kampung Belgia kepada wisatawan yang mencari destinasi unik di Jember. Dengan penataan kawasan, informasi yang lebih lengkap, serta promosi yang konsisten, kawasan tua di Silo ini berpeluang kembali dikenal sebagai salah satu jejak sejarah perkebunan Jember.
Penulis: Sasta Rintis Rahmawati
Bagikan ke: