Cerita Satu Keluarga di Jember yang Hobi Bersepeda, Sudah Explore Indonesia Hingga Pernah Dipukul Sapu Saat di Masjid
Pernah Tidur di Masjid Hingga Dipukul Sapu
Bersepeda bersama keluarga itu menjadi aktivitas rutin yang dilakukan Zul dan keluarga. Rerata, mereka sengaja memilih libur panjang untuk mewujudkan keinginan itu. Tentunya saat libur sekolah. “Sepeda jarak jauh itu minimal membutuhkan waktu tiga hari,” kata pemilik nama lengkap Zulkarnain Marsoeki tersebut.
Bagi Zul, sepeda adalah transportasi yang nyaman, murah dan ramah lingkungan. Dari sepedalah, dia belajar menjadi orang dan keluarga yang sederhana. “Kami punya pengalaman bersepeda dari Jember menuju Gianyar, Bali, bermodalkan uang seratus ribu. Walaupun begitu, kami tetap bisa makan, istirahat dan pulang lagi ke Jember dengan sehat dan selamat,” terangnya.
Akan tetapi, bersepeda tak melulu soal kebahagiaan. Pengalaman tak menyenangkan juga dia dapatkan saat bersepeda. Saat itu, Zul dan Yeni, istrinya, sekaligus bersama anak-anaknya bersepeda ke Pulau Bali.
Di tengah perjalanan, waktu sudah larut malam. Zul memutuskan untuk singgah dan beristirahat di salah satu masjid di sana. Mereka tidak istirahat di dalam masjid, melainkan di tangga masjid.
Hal itu sudah menjadi kebiasaannya. Antara tidur di hotel merah putih atau SPBU dan hotel sejuta umat atau masjid. “Memasuki waktu Subuh, saya sudah bangun. Tetapi tiba-tiba marbot memukul dengan sapu,” ungkapnya.
Peristiwa itu menjadi pengalaman yang paling diingat sepanjang menjalani hobinya bersepeda. Oleh karena itulah, tekad membangun rumah singgah dan masjid yang ramah, makin menguat. Dua tempat itu dibangun untuk semua kalangan, khususnya pada para musafir, pejalan kaki hingga pesepeda.
“Kami bangun tempat singgah di belakang rumah. Alhamdulillah ini jadi basecamp pesepeda di Jember. Banyak pesepeda luar daerah juga singgah di sini. Termasuk pesepeda luar negeri. Terakhir ada pesepeda asal Belanda singgah di sini. Kami jamu dengan sebaik-baiknya. Kami juga ajak makan yang bahannya berasal dari kebun kami,” jelasnya.
Sampai saat ini, aktivitas bersepeda itu menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Dari sanalah, dirinya banyak belajar makna hidup dari bermacam-macam orang. Oleh karena itu, Zul mengajak agar masyarakat mencintai aktivitas sepeda.
“Sepeda itu investasi kesehatan yang sangat murah. Ayo kita kendarai sepeda, karena sepeda itu murah dan ramah lingkungan!” ajaknya. (kin/bud)
Halaman
Bagikan ke: