Remaja Difabel Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai Bedadung Jember
JEMBER, Radarjember.net - Seorang remaja difabel dilaporkan meninggal dunia tenggela di aliran sungai Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.
Korban bernama Rama (14), pelajar kelas 2 SMP asal Dusun Paseban, Desa Rowotamtu.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (18/1/2026) dini hari dan baru dilaporkan ke petugas pada pagi harinya.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan, korban diketahui keluar rumah sekitar pukul 02.00 WIB dan menuju Sungai Bedadung di sekitar Dam Rowotamtu, tidak jauh dari kediamannya.
Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban memang kerap berada dan bermain di area sungai tersebut.
Saat terakhir terlihat, korban mengenakan baju hitam dan celana pendek hitam.
Laporan kejadian diterima BPBD Jember pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan koordinasi dan asesmen awal.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Jember, Polres Jember, pemerintah desa, Destana, serta relawan setempat,” kata Edy.
Upaya pencarian melibatkan unsur masyarakat dan tim kebencanaan sejak pagi hari. Pencarian dilakukan menyusuri aliran sungai dari lokasi awal korban diduga tercebur.
Kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau cerah berawan dan tidak menjadi kendala berarti bagi proses pencarian.
Sekitar pukul 08.00 WIB, korban akhirnya ditemukan oleh warga dan Destana dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan di Sungai Dam Ireng, Desa Gumelar, Kecamatan Balung, atau beberapa kilometer dari lokasi awal.
“Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dilakukan penanganan sesuai prosedur,” ujar Edy.
Pasca kejadian, BPBD Jember juga menyalurkan bantuan logistik kepada pihak keluarga korban.
Edy mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang memiliki kebutuhan khusus, serta mewaspadai aktivitas di sekitar sungai dan area berisiko lainnya.
Bagikan ke: