PMI Jember Gelar Mukerkab, CPOB dan Kerelawanan Jadi Hal Penting
JEMBER, Radarjember.net - PMI Jember menggelar Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) sebagai agenda tahunan untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menyusun arah program kerja tahun 2026.
Forum ini menjadi penanda fokus baru PMI Jember, terutama dalam penguatan mutu pelayanan dan konsolidasi relawan, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Kabid Organisasi PMI Jawa Timur, Dr. Muhammad Taufiq, yang mewakili Ketua PMI Jatim H. Imam Utomo, menyampaikan bahwa tantangan besar kini berada di depan PMI Jember.
“Ada tugas berat bagi PMI Jember untuk mendapatkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun sangat krusial agar PMI dapat memberikan pelayanan darah terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pemenuhan standar CPOB menjadi syarat penting agar pelayanan darah berjalan aman, berkualitas, dan sesuai regulasi.
Selain pelayanan darah, PMI Jatim juga menyoroti pentingnya pembinaan relawan sebagai fondasi gerakan kemanusiaan di masa depan.
“Adik-adik PMR adalah generasi pengganti yang akan menerapkan 7 Prinsip PMI. Kami mohon bantuan agar pembinaan PMR di sekolah-sekolah terus diperkuat demi keberlanjutan misi kemanusiaan di Jember,” ujarnya.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah SPd, menyatakan Mukerkab merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab organisasi untuk memastikan PMI tetap adaptif dan responsif.
“Dengan semangat Inter Arma Caritas, kami melakukan evaluasi total dan menyusun program kerja 2026 agar kehadiran PMI semakin dirasakan manfaatnya,” katanya.
Dari unsur pemerintah daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, menegaskan peran PMI sangat vital dalam mendukung program Universal Health Coverage (UHC).
Ia menyebut layanan kesehatan gratis yang berjalan sejak April membutuhkan dukungan pelayanan darah yang kuat dan berkelanjutan dari PMI.
Dalam sambutan tertulis Bupati Jember Muhammad Fawait yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jember Ratno Cahyadi Sembodo, PMI disebut sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“Momentum ini adalah forum strategis. Sinergi antara PMI, Pemerintah Daerah, dan sektor swasta adalah kunci pelayanan kemanusiaan yang optimal,” tulis Gus Fawait.
Sementara itu, Ketua Panitia Mukerkab sekaligus Sekretaris PMI Jember, Gufron Evyan Efendy, menegaskan Mukerkab digelar sebagai kewajiban organisasi tahunan.
Ia menyebut kegiatan ini bertujuan menjaga arah pelayanan PMI tetap transparan, akuntabel, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Bagikan ke: