Kisah Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang, Berawal dari Perjuangan Hampir Dua Dekade
Perjuangan kemudian berlanjut pada pengumpulan dana untuk membangun pura yang direncanakan menjadi tempat suci bagi umat Hindu.
Pada 1989, panitia gabungan Senduro-Bali dibentuk untuk menggalang dana pembangunan pura. Modal awal yang terkumpul sekitar Rp40 juta, kemudian berkembang menjadi miliaran rupiah melalui sumbangan sukarela umat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia.
Perjalanan panjang tersebut mencapai salah satu tonggak penting pada 8 Maret 1992. Pada saat upacara penyucian bangunan yang dilakukan delapan pendeta, PHDI Pusat menetapkan nama Pura Mandara Giri Semeru Agung dengan status Kahyangan Jagat.
Kini, Pura Mandara Giri Semeru Agung menjadi salah satu pura yang dijunjung umat Hindu Indonesia. Keberadaannya bukan hanya menjadi tempat ibadah di kaki Gunung Semeru, tetapi juga menjadi penanda perjalanan panjang umat Hindu dalam membangun tempat suci yang berkaitan erat dengan tradisi, kepercayaan, dan sejarah mereka.
Keterangan Foto: Perayaan Upacara Piodalan yang diadakan di Pura Mandara Giri Semeru Agung Kabupaten Lumajang. (Kominfo Lumajang)
Penulis: Yunita Wardatul Choiriyah
Halaman
Bagikan ke: