Diusulkan Jadi Cagar Budaya Menara Air Pasar Tanjung Jember Ini Nyaris Berumur Seabad
Nilai sejarah itulah yang kemudian mendorong Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember mengusulkan Menara Air Pasar Tanjung untuk dikaji sebagai cagar budaya. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jember bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur juga telah melakukan peninjauan langsung pada 18 Agustus 2026 untuk melihat kondisi serta nilai sejarah bangunan tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Jember Agung Nugroho menyebut keberadaan menara tersebut memiliki nilai penting bagi identitas budaya daerah.
“Menara Air Pasar Tanjung telah lama menjadi ikon budaya Kabupaten Jember sehingga kami usulkan kepada TACB agar ditinjau dan dikaji, supaya dapat ditetapkan menjadi Cagar Budaya,” ujarnya.
Pemkab Jember juga memasukkan Menara Air Pasar Tanjung dalam daftar objek bersejarah yang direkomendasikan untuk memperoleh status cagar budaya.
Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melihat kembali bangunan lama bukan hanya dari bentuk fisiknya, tetapi juga dari peran yang pernah dimilikinya dalam perkembangan Jember.
Kini, menara yang dahulu dibangun untuk mendukung kebutuhan air justru menjadi bagian dari cerita sejarah kota yang masih dapat dilihat secara langsung.
Di tengah kawasan perdagangan yang terus bergerak, bangunan tersebut menyaksikan pergantian generasi, perubahan pasar, hingga perkembangan Kota Jember selama puluhan tahun.
Menara Air Pasar Tanjung pada akhirnya bukan sekadar bangunan tua yang kebetulan masih bertahan. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa perjalanan Jember juga tersimpan dalam bangunan-bangunan lama yang perlu dikenali, dikaji, dan dipertahankan sebagai bagian dari sejarah daerah.
Penulis: Selly Azizatul Imania
Halaman
Bagikan ke: