Senin, 15 Juni 2026

:
:
Benarkah Peluru Nyasar yang Mengenai Nenek di Sumbersari Jember Berasal dari Laras Panjang Milik TNI/Polri?
Peristiwa Hukum & Kriminal
Benarkah Peluru Nyasar yang Mengenai Nenek di Sumbersari Jember Berasal dari Laras Panjang Milik TNI/Polri?

JEMBER, Radarjember.net - Teka-teki peristiwa peluru nyasar yang mengenai nenek berinisial WI, 64, warga Perumahan Istana Tidar Regency, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, sedikit demi sedikit mulai menemukan titik terang. Hingga kini, kepolisian masih terus menyelidiki insiden tersebut.

Hasil penyelidikan sementara, peluru nyasar yang menyebabkan korban harus menjalani operasi itu merupakan proyektil peluru dari jenis senjata laras panjang.

Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi menjelaskan, proyektil peluru dari jenis senjata laras panjang baru diketahui setelah tim kesehatan berhasil melakukan operasi. Peluru jenis laras panjang diketahui setelah dikeluarkan dari paha kiri korban. Menurut Bayu, penyelidikan kasus akan terus dilakukan lebih mendalam. 

Baca juga: Nenek di Sumbersari Jember Tertembak, Peluru Nyasar?

“Terkait dengan peristiwa peluru nyasar yang terjadi pada Senin, 3 Maret lalu, perkembangannya adalah tim dokter sudah berhasil melakukan operasi terhadap korban dan mendapatkan proyektil peluru. Ini di dalam penyelidikan, jenis proyektilnya berasal dari senjata laras panjang,” katanya, kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (6/3). 

Proyektil peluru yang berasal dari senjata laras panjang berkemungkinan besar menjadi milik anggota TNI/Polri.

Meski begitu, untuk mengetahui pemilik asal senjata masih harus dipastikan lewat prosedur uji balistik di laboratorium forensik (labfor) di Polda Jatim.

“Kalau dari jenis proyektilnya ini jenis senjata laras panjang. Berarti kan kemungkinan dimiliki oleh Polri/TNI jika itu organik. Tapi, jika itu rakitan, maka bisa saja dari pihak lain. Ini yang masih harus dilakukan uji balistik. Karena kita tidak bisa hanya menyimpulkan,” tambahnya. 

Keberadaan sampel proyektil diketahui sudah dikirim ke Labfor Polda Jatim untuk segera dilakukan uji balistik. Paling lambat hasil uji lab dipastikan bakal muncul setelah 14 hari kerja. Sampai hasil muncul, Polres Jember belum bisa menetapkan asal proyektil.

“Sampel proyektil peluru sudah dikirim ke Labfor Polda. Paling lambat hasilnya akan muncul setelah 14 hari kerja. Tapi, ini tentunya juga masih melihat kesibukan pekerjaan seperti apa, kami masih menunggu. Jadi, kami belum bisa menyimpulkan cepat sebelum ada hasil labfor,” pungkasnya. (has/kin)

 

YULIO FA/RADAR JEMBER

FOTO: Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi

Bagikan ke:

Berita Terkait