Jumat, 30 Januari 2026

:
:
Banjir Rendam Desa Ampel di Kecamatan Wuluhan Jember, 76 KK Terdampak
Banjir Rendam Desa Ampel di Kecamatan Wuluhan Jember, 76 KK Terdampak

TEGALGEDE, Radarjember.net – Banjir merendam Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Selasa (13/1/2026).

Banjir itu merendam puluhan rumah warga setempat.

Laporan itu pun diterima BPBD Jember tak lama setelah air mulai merendam halaman dan akses jalan warga.

Dalam waktu singkat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bergegas ke lokasi terdampak. Setibanya di lokasi, tim melaporkan puluhan rumah telah terendam banjir, Selasa malam (13/1). 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo menjelaskan, informasi awal banjir diterima pada malam hari.

Hujan dengan intensitas cukup deras sudah berlangsung sekitar 4 jam sejak sore hari.

Kondisi ini memicu peningkatan debit air Kali Clutak di desa setempat yang meluap ke permukiman warga.

Luapan sungai itu berdampak cukup luas pada permukiman warga. BPBD mencatat sebanyak 76 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di dua RT, yakni RT 02 dan RT 03 RW 25.

Ketinggian air terus bertambah seiring kondisi tanah yang rendah di beberapa lokasi.

“Pertama laporan itu masih posisi di kisaran hanya 50 sentimeter. Naik terus ada 70 sentimeter, tapi di sebagian yang tanahnya ledok (lebih rendah,Red) itu sampai di atas semeter. Total ada 76 KK yang terdampak,” kata Edy, kemarin.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Jember langsung melakukan langkah-langkah penanganan awal. TRC diterjunkan untuk melakukan asesmen sekaligus pengamanan di lokasi terdampak.

Fokus utama adalah evakuasi sekaligus memastikan keselamatan warga yang berpotensi terdampak lebih parah.

Ia menjelaskan, banjir ini tergolong banjir tahunan sehingga sebagian warga sudah melakukan antisipasi. 

Banyak rumah warga telah ditinggikan fondasinya sehingga air tidak masuk ke dalam rumah. 

Namun, kondisi berbeda terjadi di bagian belakang pemukiman yang fondasinya masih rendah.

Sehingga ketinggian air bisa sampai lebih dari semeter.

Dalam penanganan di lapangan, BPBD juga memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan.

Terdapat dua rumah yang menjadi fokus karena dihuni bayi dan lansia. Meski sempat ditawarkan evakuasi, keluarga memilih bertahan karena menilai kondisi masih aman.

“Ada bayi berusia 11 bulan dan lansia. Kami tawarkan evakuasi, tapi mereka menyatakan tidak perlu karena merasa aman. Lalu kami berikan beberapa bahan kebutuhan pokok,” terangnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.

Khusus banjir ini, pemantauan terus dilakukan bersama Pemerintah Desa Ampel.

Edy meminta warga segera melapor jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap cuaca ekstrem,” pungkasnya. (kin)

Bagikan ke:

Berita Terkait