
120 Hektare Lahan Jagung Dipanen, Wabup Jember Berharap Hasil Pertanian Terus Meningkat
JEMBER, Radarjember.net - Pemerintah terus menggencarkan swasembada pangan hingga tingkat daerah. Tak hanya produksi padi, komoditas pertanian lain pun terus didorong untuk diproduksi. Salah satunya tanaman jagung. Hal ini juga sesuai program Kementerian Pertanian bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan menanam jagung seluas 1 juta hektare.
Di Jember, penanaman serentak di sejumlah wilayah pertanian sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Bahkan, ada beberapa lahan pertanian yang sudah panen. Terbaru, ratusan lahan jagung dipanen di lahan kebun Silosanen, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo.
Panen tersebut dilakukan oleh Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) bersama Wakil Bupati Jember Djoko Susanto, Polres Jember, Kodim 0824 Jember, Bulog Jember, Pupuk Indonesia, Dinas Pertanian, beberapa pengusaha pertanian, dan pihak terkait lainnya.
Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Jumantoro mengatakan, panen di lahan afdeling milik perkebunan yang diperuntukkan bagi petani terbilang sukses. Di areal 120 hektare, hasil panen cukup baik.
“Hasilnya sangat memuaskan. Per hektare bisa 12 ton jagung (termasuk bonggol, Red). Bahkan ada juga 14 ton per hektare,” katanya.
Menurutnya, kesuksesan panen ini merupakan bagian dari pastisipasi petani untuk mewujudkan swasembada pangan komoditas jagung. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jagung di Jember saja, melainkan juga se-Indonesia. Oleh karena itu, selama masa tanam hingga perawatan, para petani menggunakan bibit jagung berkualitas bagus.
“Petani menggunakan bibit kualitas bagus, pupuk berimbang, dan merawat dengan sepenuh hati. Ini juga didukung oleh tanah yang bagus. Lahan tadah hujan ini bisa membuat hasil pertanian jadi lebih bagus,” ujarnya.
Tidak hanya panen, lahan yang digarap 90-an petani itu juga langsung dibeli oleh para pengusaha pertanian di lokasi panen. Harga jualnya juga cukup menguntungkan petani. Per kilogram jagung dan bonggolnya, dibeli berkisar Rp 2.100 hingga Rp 2.500.
“Harga itu sudah menguntungkan. Tetapi sebenarnya kami terus mendorong agar jagung dibeli antara Rp 2.600 – Rp 2.700. Sementara jika jagung saja, pemerintah sudah menetapkan harga Rp 5.500,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jember Djoko Susanto menjelaskan, kreativitas petani dalam menanam dan merawat pertanian perlu ditingkatkan.
Pak Djos, sapaan akrab wabup berjanji, Pemkab Jember akan terus memfasilitasi para petani agar hasil pertanian lebih meningkat.
Halaman
Bagikan ke: